Beli Barang Di E-Commerce Nggak Sesuai Iklan, Mesti Gimana?

1/12/22, 11:29 PM

Di masa pandemi COVID-19, banyak banget aktivitas beralih ke media online. Termasuk belanja barang. E-commerce bener-bener jadi tempat jual beli yang asik karena praktis. Tinggal pencet dan sentuh sana-sini, barang yang kita bisa beli (one click away) tinggal dikirim sama penjualnya.Nah, biasanya sebelum mutusin belanja, Sobat OleCo ngeliat iklan barang di e-commerce yang pengen Sobat beli. Iklan biasanya memuat kata, kalimat dan/atau gambar barang yang dijual dengan sangat menarik, biar Sobat tertarik membeli. Pertanyaannya, Sobat sering nggak sih ngerasa iklan yang ditampilin nggak sesuai sama barang yang Sobat beli?. Yuk, simak aspek hukum dan perlindungan hukumnya.Nah kalo penjual barang terbukti mengirim barang yang nggak sesuai sama iklan, merujuk ke pasal 4 huruf c dan h Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (“UU Perlindungan Konsumen”), Sobat sebagai konsumen yang belanja di e-commerce punya hak-hak berikut: 
  • Hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang.
  • Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, kalo barang yang diterima nggak sesuai sama yang dijanjiin. 
Mengacu ke aturan di atas, Sobat bisa langsung ngajuin komplain ke penjual. Sobat berhak minta penggantian barang yang nggak sesuai. Dari komplain yang ada, Pelaku usaha menurut UU Perlindungan Konsumen, wajib: 
  • Ngasih kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian kalo barang yang diterima nggak sesuai sama yang dijanjiin (pasal 7 huruf g UU Perlindungan Konsumen).
  • Terkait iklan, sesuai Pasal 8 ayat (1) huruf f UU Perlindungan konsumen, melarang pelaku usaha memproduksi/atau memperdagangkan barang yang nggak sesuai sama janji di label, etiket keterangan, iklan promosi penjualan barang. 
Setelah Sobat ngajuin komplain, tapi nggak dipenuhi sama penjualnya, Sobat bisa menggugat penjual ke lembaga yang bertugas menyelesaikan sengketa konsumen atau melalui peradilan umum (pasal 45 ayat (1) UU Perlindungan Konsumen). Selain itu Sobat juga bisa ngelaporin penjual ke Polisi (pasal 19 ayat (4) UU perlindungan konsumen). sanksi pidananya menurut pasal 62 ayat (1) UU Perlindungan Konsumen, penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 2.000.000.000.Semoga artikel ini mecerahkan Sobat ya. Selamat berbelanja di e-commerce, ya! 





KOMENTAR

Terima Kasih !

Tunggu beberapa saat hingga komentar anda tayang.







Pidana Menanti bagi yang Menolak Jadi Saksi, Kecuali Profesi Ini



Sobat OLeCo, setiap orang wajib melaksanakan ketika dipanggil atau diminta untuk menjadi seorang sak ...
user image Adetia Surya Maulana 11/23/22, 9:46 AM

Justice Collaborator Bukan Sekadar Pelapor



“Bro, justice collaborator apaan sih?”“Itu nama keren dari saksi pelaku, Bro.”“Saksi pelak ...
user image Adetia Surya Maulana 11/14/22, 6:43 AM

Mengenal Eksepsi dalam Hukum Acara Pidana



“Bro, eksepsi apaan sih? Pas banget nih lagi liat sidang di tv dan ada yang ngajuin eksepsi.”“ ...
user image Adetia Surya Maulana 11/8/22, 10:29 AM

Artikel Lainnya