Pentingnya Regulasi Penguatan Literasi Keuangan Digital bagi Pelaku UMKM Peminjam P2P Lending

4/27/22, 6:20 AM

Sobat OLeCo udah tau belum nih? Kalo pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah  (UMKM”) jadi pihak yang kesulitan loh di masa Pandemi Covid-19 ini. Asosiasi Fintech  Pendanaan Indonesia (“AFPI”) di 2021 mencatat 77,6% UMKM belum dapet modal dari  lembaga perbankan, duh gawat banget nih. Padahal UMKM itu keren loh udah menyerap  97% tenaga kerja dan nyumbang persentase Produk Domestik Bruto sekitar 61,97%. 


Kalo udah begini, kita ga bisa berharap modal UMKM cuma dari bank. Apalagi banyak  dari pelaku UMKM belum bankable. Jadi perlu banget alternatif permodalan UMKM  supaya bisa tetep ngejalanin usahanya dengan aman. Salah satu caranya ya pake P2P  Lending.  

Menurut Pasal 1 Angka 3 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77 Tahun 2016  tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang berbasis Teknologi Informasi (“POJK No. 77  Tahun 2016”), P2P Lending adalah penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk  mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman dalam rangka  melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah secara langsung  melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet. Dari definisinya, kita  udah tau ya kalo skema P2P Lending ini cocok banget dipake sama pelaku UMKM,  terlebih ketika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (“PPKM”) seperti saat ini. Siapapun  bebas mengakses peminjaman P2P Lending ini tanpa keluar rumah. Selain gampang diakses, P2P Lending juga relatif aman buat UMKM karena POJK No. 77 Tahun 2016 itu  mewajibkan setiap Penyelenggara P2P Lending untuk menjalankan mitigasi risiko serta  menjaga kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan data pribadi, data transaksi, dan data  keuangan yang dikelola. 

Tapi tunggu dulu! walaupun P2P Lending ini secara teori cocok banget dipake sama  pelaku UMKM, tapi dalam praktik masih banyak masalah yang menghambat  pemanfaatan P2P Lending. Di tahun 2019, Otoritas Jasa Keuangan udah bilang kalo  literasi keuangan di Indonesia masih di angka 38,03%. Ditambah lagi, Kementerian  Komunikasi dan Informatika (Kominfo”) bilang kalo tingkat literasi digital di Indonesia 

masih di angka 3,49 di tahun 2021. Kondisi ini nih yang bikin Fithra Faisal menganalisis rendahnya literasi keuangan digital jadi biang kerok menjamurnya P2P Lending ilegal di  Indonesia. Masyarakat yang lengah karena literasi digitalnya kurang kuat bakal sulit  membedakan mana P2P Lending yang legal dan yang ilegal. Kalo udah telah terjebak  dalam jeratan P2P Lending ilegal, pasti amsyong banget karena peminjamnya bisa  sampe kena teror ancaman, penyebaran data pribadi, hingga pelecehan seksual loh, duh  jangan sampe deh. 

Dilihat dari masalah tadi, Penyelenggara P2P Lending punya peran penting berdasarkan  Pasal 33 POJK No. 77 Tahun 2016, yaitu mendukung pelaksanaan peningkatan literasi  dan inklusi keuangan. Tapi, pasal tersebut belum memberikan arahan kepada  Penyelenggara P2P Lending terkait gimana teknis edukasi literasi keuangan digital  dilakukan. Tentu perlu dong adanya optimalisasi regulasi P2P Lending dengan  memberikan ketentuan rinci mengenai kewajiban Penyelenggara P2P Lending untuk  memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya UMKM, mengenai serba-serbi  keuangan digital, baik secara langsung maupun edukasi secara digital. Kalo cara ini udah  dilakukan, yakin deh pelaku UMKM jadi lebih selektif memilih Penyelenggara P2P Lending yang resmi supaya bisa akses permodalan dengan aman di masa Pandemi ini karena  dibekali literasi keuangan digital yang mumpuni.



KOMENTAR

Terima Kasih !

Tunggu beberapa saat hingga komentar anda tayang.







Bikin Perjanjian Agar Tidak Lapor Polisi, Emang Boleh?



“Lagi ngapain, Bro?”“Ini liat berita, ada orang meninggal karena penganiayaan tapi gak dilapor ...
user image Adetia Surya Maulana 9/28/22, 9:25 AM

Jadi Tersangka Tapi Tidak Ditahan, Kok Bisa?



“Bro, equality before the law apaan sih?”“Itu salah satu asas hukum, yang artinya persamaan di ...
user image Adetia Surya Maulana 9/21/22, 7:20 AM

Kecelakaan Truk, Mengapa Sering Kali Hanya Sopir yang Jadi Tersangka?



“Waduh ini kok kecelakaan truk sering banget terjadi ya, Bro.”“Iya ni. Ada yang rem blong, kel ...
user image Adetia Surya Maulana 9/19/22, 9:27 AM

Artikel Lainnya