a Series Artikel Kekerasan Seksual (3) Pemaksaan Sterilisasi, Pemaksaan Perkawinan, dan Penyiksaan Seksual







Series Artikel Kekerasan Seksual (3) Pemaksaan Sterilisasi, Pemaksaan Perkawinan, dan Penyiksaan Seksual

2/12/24, 3:22 AM

Hai, Sobat OLeCo! Di lanjutan series kali ini, kita akan bahas tiga bentuk kekerasan seksual sesuai bunyi Pasal 4 ayat (1) huruf d, e, dan f Undang-Undang No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (“UU TPKS”) yaitu pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, dan penyiksaan seksual. Kayak gimana sih itu? Yuk simak pembahasannya berikut!

Pertama, pemaksaan sterilisasi. Dalam Pasal 9 UU TPKS disebutkan bahwa, “Setiap Orang yang melakukan perbuatan memaksa orang lain menggunakan alat kontrasepsi dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, penyalahgunaan kekuasaan, penyesatan, penipuan, membuat atau memanfaatkan kondisi tidak berdaya yang dapat membuat kehilangan fungsi reproduksinya secara tetap, dipidana karena pemaksaan sterilisasi, dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

Nah, frasa “Setiap Orang” ini sebagaimana telah diterangkan dalam Pasal 1 angka 2 UU TPKS yaitu orang perseorangan atau korporasi. Bedanya pemaksaan kontrasepsi (Pasal 8 UU TPKS) dengan pemaksaan sterilisasi ini adalah pemaksaan kontrasepsi disebabkan oleh tindakan yang dapat membuat orang lain kehilangan fungsi reproduksinya untuk sementara waktu, sedangkan pemaksaan sterilisasi disebabkan oleh tindakan yang dapat membuat orang lain kehilangan fungsi reproduksinya secara tetap.

Kedua, pemaksaan perkawinan. Dalam Pasal 10 ayat (1) UU TPKS disebutkan bahwa, “Setiap Orang secara melawan hukum memaksa, menempatkan seseorang di bawah kekuasaannya atau orang lain, atau menyalahgunakan kekuasaannya untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perkawinan dengannya atau dengan orang lain, dipidana karena pemaksaan perkawinan dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah). Lebih lanjut, dijelaskan dalam Pasal 10 ayat (2) UU TPKS bahwa yang termasuk juga dalam pemaksaan perkawinan tersebut adalah:

a. perkawinan anak;

b. pemaksaan perkawinan dengan mengatasnamakan praktik budaya; atau

c. pemaksaan perkawinan korban dengan pelaku perkosaan.

Nah, jadi perkawinan anak, perkawinan yang dipaksakan atas nama budaya, dan perkawinan yang dipaksakan antara korban dan pelaku perkosaan termasuk dalam tindak pidana kekerasan seksual berupa pemaksaan perkawinan sesuai UU TPKS lho, Sobat!


Ketiga, penyiksaan seksual. Dalam Pasal 11 UU TPKS disebutkan bahwa, “Setiap pejabat atau orang yang bertindak dalam kapasitas sebagai pejabat resmi, atau orang yang bertindak karena digerakkan atau sepengetahuan pejabat melakukan kekerasan seksual terhadap orang dengan tujuan:

a. intimidasi untuk memperoleh informasi atau pengakuan dari orang tersebut atau pihak ketiga;

b. persekusi atau memberikan hukuman terhadap perbuatan yang telah dicurigai atau dilakukannya; dan/atau

c. mempermalukan atau merendahkan martabat atas alasan diskriminasi dan/atau seksual dalam segala bentuknya,dipidana karena penyiksaan seksual, dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).


Jadi, untuk tindak pidana penyiksaan seksual ini pelakunya dapat berupa pejabat, orang yang bertindak sebagai pejabat resmi, atau orang yang bertindak karena digerakkan atau sepengetahuan pejabat. Nah demikian penjelasannya, Sobat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya! Stay tuned ya, semoga bermanfaat!





KOMENTAR

Terima Kasih !

Tunggu beberapa saat hingga komentar anda tayang.







Korban Turut Jadi Tersangka, Kok Bisa?



Hai, Sobat! Belum lama ini ada berita terkait dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh mahasiswa sela ...
user image Adetia Surya Maulana 2/23/24, 4:54 AM

Series Artikel Kekerasan Seksual (3) Pemaksaan Sterilisasi, Pemaksaan Perkawinan, dan Penyiksaan Seksual



Hai, Sobat OLeCo! Di lanjutan series kali ini, kita akan bahas tiga bentuk kekerasan seksual sesuai ...
user image Adetia Surya Maulana 2/12/24, 3:22 AM

Atribut Kampanye Berbahaya, Ketahui Aturan Pemasangannya!



Halo, Sobat! Gimana kabarnya nih di bulan awal tahun 2024 ini? Semoga kabar baik selalu ya! Oh ya, p ...
user image Adetia Surya Maulana 2/5/24, 7:21 AM

Artikel Lainnya