Antisipasi Jeratan Investasi Basi

4/12/22, 10:01 AM

Di zaman digitalisasi sekarang ini, rasanya kurang gaul kalau belum ikut-ikutan  tren kekinian. Hanya karena melihat tren dari sosial media ataupun ajakan teman kerap  kali bawaannya selalu mendorong diri supaya tak ketinggalan. Hal kayak gitu namanya FOMO atau fear of missing out. Begitulah fenomena yang terjadi dalam masyarakat kita. Belum lagi kalau soal UUD, ujung-ujungnya duit, siapa sih yang gak tertarik perihal  uang? Bicara soal uang biasanya bicara soal bisnis. Nah, bicara soal bisnis, ini yang  sering jadi bahan obrolan utama para anak muda sekarang sembari kongkow dan minum  kopi. Tak hanya anak muda, orang dewasa kayak bapak-bapak dan ibu-ibu yang melek  teknologi rasa-rasanya juga tak mau kalah ikut terjun ke dunia yang bisa mendapat  julukan pengusaha tersebut. Salah satu bisnis yang paling digandrungi adalah  penanaman modal atau biasa disebut juga investasi. Bisnis yang kelihatannya paling  mudah, cuman setor uang, tunggu beberapa hari, minggu, atau bulan uangnya sudah  beranak-pinak. Ada yang untung puluhan persen, bahkan ratusan. Menarik, bukan?  Belum lagi strategi iklan yang menawarkan produk investasi kian membawa imajinasi  orang untuk kaya secara instan tanpa perlu kerja sana-sini. “Uangnya jalan, yang punya  uang jalan-jalan”, seperti itu kira-kira. Kalau sudah begitu, kebanyakan orang tanpa  basa-basi langsung beli “janji” investasi. Masih mending kalau modal yang ditanamkan  bisa balik walau tak ada profit, namun sayangnya justru orang gampang termakan  dengan rayuan investasi “basi”. Bukannya untung, malah buntung.

Investasi “basi” maksudnya adalah investasi yang bertujuan hanya untuk menipu  seseorang agar mau menyetorkan sejumlah uang dengan dalih menanamkan modal  suatu usaha yang bisa menciptakan keuntungan berlipat-lipat. Memang prinsipnya uang  tersebut dipakai untuk menjalankan suatu usaha, namun usaha yang bagaimana itulah  yang harus diperhatikan calon investor agar tidak mudah termakan janji kosong. Ada  baiknya usaha tersebut sudah berbadan hukum seperti Perseroan Terbatas atau PT sehingga penanaman modal menjadi lebih jelas dalam bentuk saham. Jika hanya sebatas  ajakan untuk menanamkan modal ke usaha yang tidak berbadan hukum, alangkah  baiknya membuat surat perjanjian dalam bentuk akta otentik. Akta otentik tersebut  dibuat oleh Notaris sehingga dapat menjadi alat bukti terkuat dalam persidangan semisal  perjanjian yang dibuat menjadi suatu perkara yang dibawa ke pengadilan. Kalau hanya  sekadar akta di bawah tangan, meskipun tetap sah secara hukum tetapi kurang begitu  meyakinkan, apalagi jika investasi yang dilakukan bernilai besar. Isi perjanjian  penanaman modal tersebut bisa dibuat sesuai keinginan kedua belah pihak, investor dan  penerima dana investasi. Lebih gampangnya, serahkan saja urusan tersebut ke Notaris  yang akan mempersiapkan akta otentik dengan baik, bahkan bisa memberikan saran saran bagi para pihak agar tidak ada yang merasa dirugikan. Dengan demikian, jangan  mau tertipu dengan investasi basi yang hanya menjanjikan omong kosong di awal. Perlu  juga adanya pemahaman yang baik dari calon investor dalam melihat kegiatan usaha  yang akan diinvestasikan. Selain itu, sangat penting menerapkan strategi berjaga-jaga  dari kemungkinan terburuk dengan cara membuat surat perjanjian dalam bentuk akta  otentik oleh Notaris. Melihat peluang investasi memang bukan keahlian semua orang,  tetapi berhati-hati agar tak terjerat investasi basi dapat dilakukan semua orang. Yuk,  antisipasi investasi basi!





KOMENTAR

Terima Kasih !

Tunggu beberapa saat hingga komentar anda tayang.







Bikin Perjanjian Agar Tidak Lapor Polisi, Emang Boleh?



“Lagi ngapain, Bro?”“Ini liat berita, ada orang meninggal karena penganiayaan tapi gak dilapor ...
user image Adetia Surya Maulana 9/28/22, 9:25 AM

Jadi Tersangka Tapi Tidak Ditahan, Kok Bisa?



“Bro, equality before the law apaan sih?”“Itu salah satu asas hukum, yang artinya persamaan di ...
user image Adetia Surya Maulana 9/21/22, 7:20 AM

Kecelakaan Truk, Mengapa Sering Kali Hanya Sopir yang Jadi Tersangka?



“Waduh ini kok kecelakaan truk sering banget terjadi ya, Bro.”“Iya ni. Ada yang rem blong, kel ...
user image Adetia Surya Maulana 9/19/22, 9:27 AM

Artikel Lainnya